Di atas tanah retak dan legam
Tangan kasar menggenggam hampa
Mereka hanya ingin piring nasi terisi
Namun asap keserakahan menelan asa
Pena menari di ruang ber-AC yang dingin
Korupsi memakan jatah rakyat jelata
Hutan ditebang, bumi dibelah tanpa ampun
Sungai menghitam, mata pencaharian pun sirna
Saat hujan turun membawa petaka
Lumpur dan banjir menyapu gubuk yang retak
Orang kecil tenggelam dalam derita
Menanggung bencana atas dosa yang tak pernah dibuat
Sang dalang melenggang tenang tanpa jerat
Hukum luluh di bawah tumpukan uang kertas
Yang miskin makin terperosok ke dalam jurang
Yang kaya menjulang di atas puing keserakahan
![[PUISI] Ketika yang Lemah Membayar](https://image.idntimes.com/post/20260902/pexels-alfomedeiros-12983240_2558c4bc-03ea-4749-8d5d-01ec850e6060.jpg)