Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Kota yang Menjual Keheningan
ilustrasi keindahan kota malam hari (pexels.com/Aleksandar Pasaric)

Di kota itu, sunyi dijual per jam
Dikemas rapi dalam botol kaca
Orang kaya membeli malam tanpa suara
Orang miskin tidur di bawah sirene yang sama

Tawa dikenai pajak di ruang publik
Tangis dipindahkan ke lorong sempit
Bahkan angin harus mengantre izin
Sebelum menyentuh wajah yang letih

Lalu seorang anak tertawa di trotoar
Suaranya pecah menembus gedung menjulang
Tak ada yang mampu menghentikan gema
Tak ada harga yang sanggup membeli larangan

Sejak itu kota mulai kehilangan kuasa
Sebab kebebasan tumbuh dari hal sederhana
Satu suara yang berani menjadi nyata
Bisa meretakkan dinding yang dibangun oleh ketakutan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎