Di kota itu, sunyi dijual per jam
Dikemas rapi dalam botol kaca
Orang kaya membeli malam tanpa suara
Orang miskin tidur di bawah sirene yang sama
Tawa dikenai pajak di ruang publik
Tangis dipindahkan ke lorong sempit
Bahkan angin harus mengantre izin
Sebelum menyentuh wajah yang letih
Lalu seorang anak tertawa di trotoar
Suaranya pecah menembus gedung menjulang
Tak ada yang mampu menghentikan gema
Tak ada harga yang sanggup membeli larangan
Sejak itu kota mulai kehilangan kuasa
Sebab kebebasan tumbuh dari hal sederhana
Satu suara yang berani menjadi nyata
Bisa meretakkan dinding yang dibangun oleh ketakutan
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Kota yang Menjual Keheningan
![[PUISI] Kota yang Menjual Keheningan](https://image.idntimes.com/post/20250914/pexels-apasaric-2341830_6b2ffb5b-bc50-4e22-9f56-66cfacbfa202.jpg)
ilustrasi keindahan kota malam hari (pexels.com/Aleksandar Pasaric)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- Perempuan Penggerak Koperasi Tangguh di Tepi Rel20 Oct 2026, 09:20 WIB
- [PUISI] Anak Kecil Itu Sudah Mati23 Oct 2026, 05:04 WIB
- Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora04 Sep 2026, 08:59 WIB
- [PUISI] Ketika Sarang Menjadi Abu22 Oct 2026, 05:04 WIB
- [PUISI] Barangkali Memang21 Oct 2026, 05:44 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Formula Asmara Meracik Tawa 25 Oct 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Pemakaman bagi Mimpi yang Terlalu Lama Ditunda25 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Kota yang Menjual Keheningan25 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Hutan Mengabu dan Burung Tak Bersuara24 Oct 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Cahaya di Balik Kesedihan24 Oct 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Rapat Darurat di Dalam Kepala24 Oct 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Rintik yang Pulang Setelah Penantian24 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Janji Manis Dewa Petir yang Menyambar Kewarasan24 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Bangku Tua di Ujung Taman23 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Asa Berperi23 Oct 2026, 20:07 WIB
[PUISI] Bencana di Balik Angka23 Oct 2026, 18:07 WIB
[PUISI] Jendela yang Selalu Terbuka23 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Anak Kecil Itu Sudah Mati23 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Melodi yang Kehabisan Kata22 Oct 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Juang Tanpa Henti22 Oct 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Figuran Tanpa Nama22 Oct 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Mengukir Luka Baru22 Oct 2026, 08:18 WIB
[PUISI] Sungai yang Tidak Melawan Batu22 Oct 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Ketika Sarang Menjadi Abu22 Oct 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Tetaplah Jatuh Cinta Walau Negara Porak-Poranda22 Oct 2026, 01:10 WIB