Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Kursi Cadangan

[PUISI] Kursi Cadangan
ilustrasi seseorang duduk seorang diri (unsplash.com/@kevbl911)

Menduduki kursi cadangan yang begitu dingin seorang diri,
Menunggu giliran untuk mengambil peran
Peran yang penting, tetapi bukan yang utama

Mencerna setiap kisah yang diceritakan
Menelan segala emosi yang ditumpahkan
Menjadi sandaran untuk kesedihannya
Menepuk bahunya untuk menyalakan kembali asa yang padam.

Meskipun aku tak selalu ada dalam kisahnya
Hanya seonggok bayangan di ujung mata
Namun, diri ini harus siap ditinggalkan,
Saat dirinya sudah kembali berbahagia

Dinginnya kursi cadangan, tidak semua orang mampu menunggu di sana
Tersisa aku seorang diri
Menanti kawan lainnya untuk bersandar

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nessa Rafilla
EditorNessa Rafilla
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Dihapus sebelum Sempat Dikenal

04 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Lima Jenis Cinta

[PUISI] Lima Jenis Cinta

04 Mei 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Peluh yang Bersemi

[PUISI] Peluh yang Bersemi

04 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Terbentur Rasa

[PUISI] Terbentur Rasa

03 Mei 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Gadai Percaya

[PUISI] Gadai Percaya

03 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction