Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Lakon Percanduan

[PUISI] Lakon Percanduan
silviomessina.pw

Bukankah surya tetap terbit sebagai pertanda pagi?
bila ragamu tak hadir menemani di sisi
namun tak sama dengan warna yang menyeruak dari hati
tak ada gelora; mengabu; pasi

Bukankah angin pantai tetap mengudara sebagai penenang sukma?
bila ragamu tak mampu kutangkap dalam pandang mata
namun tak sama dengan memoriku yang selalu tentang sosokmu
ucapmu; senyummu; kasihmu

Baiklah lalu aku tulis saja beberapa deret kalimat ini
sebab akan menjadi kusut jika bibir ini ungkap cinta
Nyatanya makin kujauhkan parasmu, malah berbalik efeknya
Aku belum bisa mengingkari bahwa hadirmu bak morfin,
yang mampu hilangkan sepi apalagi sendu

Terima kasih hingga kini masih mencintai

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Ruang antara Dua Hening

30 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kucari Kamu

[PUISI] Kucari Kamu

28 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Inang Benalu

[PUISI] Inang Benalu

27 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction