Tak seorang pun bertanya mengapa langit kelabu
Mereka hanya mengeluh ketika hujan turun
Seolah air yang jatuh dari ketinggian
Bukan luka yang akhirnya tak mampu ia tahan
Ia menyimpan terlalu banyak petir di dadanya
Terlalu banyak badai yang tak pernah selesai
Namun setiap kali ia mencoba menangis
Manusia hanya berharap tangisnya segera usai
Dulu ia biru, dan semua menyukainya
Ketika cerah, mereka menengadah dengan bahagia
Namun siapa yang tetap memandang ke atas
Ketika langit mulai kehilangan warnanya?
Ia pernah ingin runtuh seperti hujan
Ingin sekali berhenti menjadi tempat bernaung
Tetapi bahkan ketika ia hampir pecah
Orang-orang tetap datang hanya untuk berlindung
Dan ketika badai akhirnya meninggalkannya
Mereka bersorak melihat pelangi yang lahir
Tak seorang pun melihat langit yang kosong
Setelah memberikan seluruh warnanya kepada cahaya.
Mungkin itulah luka yang paling sunyi
Dicintai karena mampu memberi segalanya
Tetapi tak pernah dicintai ketika tak punya apa-apa
Hingga bahkan saat langit runtuh, dunia mengira itu hanya hujan
![[Puisi] Langit yang Tak Pernah Ditanya](https://image.idntimes.com/post/20260905/1000123242_439eab59-415e-4b83-bb53-b78c2684182e.jpg)