Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Langit yang Terluka oleh Manusia

[PUISI] Langit yang Terluka oleh Manusia
ilustrasi tentara yang memandang langit dengan ketakutan (pexels.com/Mursel)

Langit pagi bangun dengan luka
Asap menulis garis hitam di udara
Burung-burung tak lagi berani terbang
Seakan langit berubah menjadi ancaman

Rumah-rumah gemetar dalam diam
Jendela menutup matanya rapat
Anak-anak memeluk bayangan ibu
Bertanya kenapa bumi berisik

Di kejauhan suara petir buatan manusia
Mengguncang dada yang tak bersalah
Tanah mengingat setiap langkah
Yang kini berlari menjauh dari rumah

Langit masih luas seperti dulu
Namun terasa lebih berat
Karena ia harus menyaksikan
Manusia melukai dunia sendiri

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Puan di Garis Depan

02 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Hamparan Semu

[PUISI] Hamparan Semu

01 Mei 2026, 21:27 WIBFiction
[PUISI] Aku Terkutuk

[PUISI] Aku Terkutuk

01 Mei 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Nasi Goreng Ibu

[PUISI] Nasi Goreng Ibu

01 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kucari Kamu

[PUISI] Kucari Kamu

28 Apr 2026, 20:17 WIBFiction