Kau datang membawa senyum dan janji
menyulam percaya di hati yang sepi
Kusambut hadirmu tanpa curiga
tak pernah kusangka ada dusta di balik kata
Ternyata tangan yang kugenggam erat ini
adalah tangan yang diam-diam menorehkan luka
Bukan perpisahan yang paling menyakitkan
melainkan kepercayaanku yang kau hancurkan
Kau tahu di mana hatiku paling rapuh
lalu menjadikannya tempat kau menaruh peluh
Aku kehilangan bukan hanya dirimu
tetapi juga keyakinan pada setiap kata-katamu
Kini biarlah waktu yang mengeringkan luka
tak perlu lagi kucari alasan di balik dusta
Aku tak ingin membalas dengan pengkhianatan pula
cukup kusudahi segala bentuk pura-pura
sebab kepercayaan yang mati tak selalu bisa kembali
meski penyesalan datang berkali-kali