Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Malam Kotaku

[PUISI] Malam Kotaku
pixabay.com/algrin25

Matahari hilang, lebih tepatnya berganti
Dengan lampu-lampu cerah sepanjang jalan kota
Jalanan semakin padat bersama hati yang mati.
Wanita, pria, Mobil, dan motor ke luar dan bertata.

Bulan dengan arifnya sembunyi di balik awan
Angin semakin kencang namun tanpa suara
Lampu berkilauan memancar dari kendaraan
Suara-suara bising semakin merajalela.

Ada yang sombongkan diri
Ada yang bahagia dengan kekasih
Ada yang saling memaki dan mencaci
Ada yang minta-minta belas kasih.

Medan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fasya Siregar
EditorFasya Siregar
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Cinta Puan Bukan Takhta

25 Feb 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction