Sapaan hangat datang dari segala arah
Mereka menyambut dengan meriah
Seolah benar kami tamu istimewa
Yang ditunggu sejak lama
Hai manusia sesama pencari rupiah
Apakah tak terpikir keluargamu yang ada di rumah?
Harapan mereka, kalian baik-baik saja
Tangan bersih tanpa bermuka dua
Barang asing kau letakkan di sana
Di tempat yang bukan seharusnya
Hingga sebagian dari mereka berkata "Kenapa?"
Tapi kalian menjawab seolah tak terjadi apa-apa
Oh...
Ternyata ada maksud dan tujuan
Dari arti sebuah senyuman
Senyuman miring yang diam-diam menghanyutkan
Menyimpan rahasia yang tak pernah diucapkan
Di depan manusia kalian menang
Tapi di depan Tuhan wajah kalian tak pernah tenang
Seperti banyak hal yang disembunyikan
Tabur tuai itu datang, topeng kalian hancur berserakan
Kini kami tersenyum, topeng itu jatuh pada kalian
![[PUISI] Manusia Bertopeng Dua](https://image.idntimes.com/post/20260727/engin-akyurt-8sm2ssanvkk-unsplash_65355cff-6eab-458b-af5f-53ab7d88c815.jpg)