Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Manusia Labil

[PUISI] Manusia Labil
ilustrasi wanita menutup mata (unsplash.com/alexander krivitskiy)

Janji ingin mengubah diri telah terucap mantap
Komitmen pun telah tertulis rapi
Namun, aku labil dalam menyikapi diri

Selalu memakan nafsu sendiri
Yang tak mengenyangkan melainkan hanya mengganggu
Ayat-ayat pedoman berada di depan mata
Namun, jarang tersentuh dan terbuka

Batas penanda stagnan di halaman awal
Selalu saja begini
Manja dengan nafsu buta
Teruskan sana!
Sebal!

Jarang ingat Sang Kuasa
Melainkan selalu manja dengan nafsu belaka
Nafsu! Kau meracuni janjiku

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Robertus Ari
EditorRobertus Ari
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Di Sudut Trotoar Kota

24 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction