Orang menyebut jalan buntu sebagai kegagalan
Aku melihatnya sebagai tanda untuk berputar
Mereka mengutuk kereta yang telah berangkat
Aku melihat bukan itu perjalanan yang kupunya
Pintu yang tertutup belum tentu penolakan
Ada jalan yang tak harus dimulai dari sana
Mereka mengira aku tertinggal dari yang lain
Aku hanya berjalan dengan waktuku sendiri
Barangkali yang berubah bukanlah dunia
Aku hanya berhenti melihat dari sudut yang sama
Sejak itu kubiarkan mataku memilih
Sisi yang luput dari pandangan banyak orang
![[PUISI] Mata Memilih Makna](https://image.idntimes.com/post/20260716/pexels-barbara-chickenz-10935555_86457eb6-ab8e-44e1-952e-61ae88ee1d05.jpg)