[PUISI] Membuka Taman Mimpi dengan Berani

Di tengah perjalanan berhenti sejenak
Menengok ke belakang dengan perasaan bimbang
Melihat banyak orang lalu-lalang
aku tersentak
Mengapa di tempat ramai saja
aku masih tak merasakan damai?
Telingaku seperti tak berfungsi
Aku menggenggam erat luka hati
Tangisanku tak bisa lagi terkendali
Langkah kakiku tak melayang lagi
Aku bisa berjalan dengan percaya diri
Menuju gerbang yang lama kunanti
Membuka taman mimpi dengan berani
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.



















