Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Teman Bicara Paling Teduh

[PUISI] Teman Bicara Paling Teduh
ilustrasi menulis (freepik.com/freepik)

Aku datang lagi padamu dengan cerita yang sama
Membawa rongsokan masa lalu yang belum juga sirna
Maaf jika aku hanya bisa mengulang luka yang itu-itu saja
Sebab hatiku masih terkunci di waktu yang sudah binasa

Aku lelah berpura-pura kuat di depan orang banyak
Padahal di dalam sini, jiwaku masih hancur berantak
Terima kasih tidak pernah bosan mendengar keluhku
Saat dunia memaksaku melupa, kau justru menjagaku

Biarlah jemariku bicara, menumpahkan sesak yang ada
Mengadu pada lembar putih yang tak pernah menghina
Terima kasih telah abadi mendekap semua rahasia
Menjadi rumah paling tenang bagi aku yang hilang daya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hari Ini, Aku Berani Lagi

15 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction
[PUISI] Asing

[PUISI] Asing

12 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sahabat Bertumbuh

[PUISI] Sahabat Bertumbuh

11 Apr 2026, 20:28 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hari Jumat

[PUISI] Kepada Hari Jumat

11 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Tak Punya Kuasa

[PUISI] Tak Punya Kuasa

11 Apr 2026, 05:04 WIBFiction