[PUISI] Teman Bicara Paling Teduh

Aku datang lagi padamu dengan cerita yang sama
Membawa rongsokan masa lalu yang belum juga sirna
Maaf jika aku hanya bisa mengulang luka yang itu-itu saja
Sebab hatiku masih terkunci di waktu yang sudah binasa
Aku lelah berpura-pura kuat di depan orang banyak
Padahal di dalam sini, jiwaku masih hancur berantak
Terima kasih tidak pernah bosan mendengar keluhku
Saat dunia memaksaku melupa, kau justru menjagaku
Biarlah jemariku bicara, menumpahkan sesak yang ada
Mengadu pada lembar putih yang tak pernah menghina
Terima kasih telah abadi mendekap semua rahasia
Menjadi rumah paling tenang bagi aku yang hilang daya
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















