Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Menanti yang Tak Jelas

[PUISI] Menanti yang Tak Jelas
ilustrasi cinta bertepuk sebelah tangan (IDN Times/Sukma Shakti)

Aku duduk di tepi waktu,

menganyam harap dari benang semu,

langit berganti warna,

tapi engkau tak juga tiba.

 

Langkahku sempat tegap,

tapi hari-hari mencabik sabar,

rindu berubah jadi kabut

menyesakkan dada yang lelah.

 

Katamu, tunggulah sebentar saja,

namun sebentar menjadi selamanya,

dan aku terjebak dalam jeda

yang tak pernah punya akhir cerita.

 

Menunggu, ternyata bukan sekadar diam

ia luka yang tumbuh perlahan,

menjadi beban di pundak harapan,

menjadi lelah dalam diam yang panjang.

 

Bila tak ada jawaban di ujung waktu,

biarlah aku pulang pada diriku,

karena menanti yang tak pasti,

adalah cara paling halus untuk menyakiti.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Di Mana Aku Kembali

03 Mar 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Menitip Doa

[PUISI] Menitip Doa

03 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Bius Standar Ganda

[PUISI] Bius Standar Ganda

02 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Jiwa yang Lapuk

[PUISI] Jiwa yang Lapuk

02 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Hilang

[PUISI] Hilang

01 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kopi Tanpa Asap

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction