Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Mengemas Sunyi

[PUISI] Mengemas Sunyi
ilustrasi wanita sendirian (pexels.com/ Sơn Bờm)
Share Article

Di sudut kamar, suara pelan itu tinggal

Bukan bisik angin, buka derik pintu

Melainkan sunyi yang menetap

Seperti baju yang tak pernah dicuci

Tapi terlalu akrab untuk dibuang

Aku mulai dari rak buku

Menyusun huruf-huruf yang dulu berisik

Menyelipkan kenangan di antara halaman

Yang warnanya sudah sepucat wajahku

Setiap kali ingin pergi

Kardus demi kardus kukemas pelan

Terisi lebih banyak jeda daripada barang

Gelap di dalamnya bukan karena tak ada cahaya

Melainkan karena terlalu banyak tanya

Yang tak pernah sempat dijawab

Kusimpan sehelai surat tanpa pengirim

Dua tangis tanpa suara

Dan tiga malam tanpa tidur

Sunyi ikut masuk tanpa diminta

Menempel di sela-sela pita perekat

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More

[PUISI] Bisik Bulan di Tengah Sunyi

31 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Punggung Bumi

[PUISI] Punggung Bumi

30 Mei 2026, 21:12 WIBFiction
[PUISI] Rekam Jejak

[PUISI] Rekam Jejak

30 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Dompet Renta Ayah

[PUISI] Dompet Renta Ayah

28 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Selembar Pasrah

[PUISI] Selembar Pasrah

27 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Jubah Prasangka

[PUISI] Jubah Prasangka

27 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Tentang Mimpi

[PUISI] Tentang Mimpi

26 Mei 2026, 05:25 WIBFiction