Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Menggugat Pagar

[PUISI] Menggugat Pagar
ilustrasi menggugat penguasa (unsplash.com/Armin Lotfi)

Haruskah kuterima kekalahan
Merasa cukup dengan syukur
Sedang diamku begitu gaduh
Namun teriakku tak kuasa menjangkaumu

Haruskah kuterima kekalahan
Atas nama apresiasi dan toleransi
Atas keterikatan sistem
Serta penerapan-penerapan hukum
Yang melepaskan kebijaksanaannya

Ia tak lagi ingat muasal ciptanya
Begitu congkak dengan kekakuannya
Dingin dalam lakuan
Dan sinis terhadap masukan
Karena takut hilang saktinya

Ia tak mau akui kelemahan
Sehingga mendebat berarti berontak
Mutlak dieksekusi
Atau setidaknya dipukul mundur
Sebuah pematian kepedulian

Siapa saja!
Katakan!
Haruskah kuterima kekalahan?

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Desita Writer
EditorDesita Writer
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Lelaki yang Harus Selalu Kuat

01 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction