Kita hanyalah guntur dan kilat
Bergantian membalas sapa
Sebelum rintik ambil alih kuasa
Menyapu setiap jengkal jejak cerita
Kukira badai tak akan lama
Jadi berlarilah aku tanpa menanti reda
Namun, alih-alih pelangi bermuara
Mendung masih saja betah bercengkrama
Jadi, kuhempas kabut di sekujur raga
Tak lagi ingin sembunyikan luka
Biar kenangan perlahan surut
Barangkali awan sudi mengubah latar
Namun jika nyeri semakin meradang
Dan musim semi tak kunjung datang
Biarlah rindu keras kepala
Siapa tahu lelah yang akhiri rasa
![[PUISI] Menghempas Kabut di Raga](https://image.idntimes.com/post/20260909/pexels-photo-9727469_8a624c75-1b8b-48a3-b32f-93288cda90b2.jpeg)