Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Menghempas Kabut di Raga
ilustrasi wanita berjalan di tengah kabut (Pexels.com/Alexey Demidov)

Kita hanyalah guntur dan kilat
Bergantian membalas sapa
Sebelum rintik ambil alih kuasa
Menyapu setiap jengkal jejak cerita

Kukira badai tak akan lama
Jadi berlarilah aku tanpa menanti reda
Namun, alih-alih pelangi bermuara
Mendung masih saja betah bercengkrama

Jadi, kuhempas kabut di sekujur raga
Tak lagi ingin sembunyikan luka
Biar kenangan perlahan surut
Barangkali awan sudi mengubah latar

Namun jika nyeri semakin meradang
Dan musim semi tak kunjung datang
Biarlah rindu keras kepala
Siapa tahu lelah yang akhiri rasa

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team