Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Menghirup Lelah

[PUISI] Menghirup Lelah
ilustrasi bernapas (pexels.com/@spencer-selover-142259)
Share Article

Rasa tenang jauh sudah pergi

Enggan mendekat pada nurani

Aku ditaklukkan emosi

Terhempas, tak dapat berdiri

 

Lelah kini menjadi napas

Tak dapat lagi lepas

Energi habis telah terkuras

Ragaku sudah terbentur begitu keras

 

Aku tak tahu lagi harus apa

Pikiranku tak lagi berkata

Air mata menghapus tawa

Membuat setiap cerita tak lagi punya makna

 

Semesta tak pernah memihakku

Ketidakadilan menjadi teman selalu

Tapi ia masih bungkam, membisu

Aku tak pernah tahu

 

Hanya tersisa diam

Saat mentari di ufuk barat tenggelam

Hanya tersisa diam

Ketika diriku terbelenggu dalam kelam

 

Desember 2021

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mohammad Azharudin
EditorMohammad Azharudin

Related Articles

See More

[PUISI] Masih Menyala Pelan

22 Jun 2026, 10:07 WIBFiction
[PUISI] Lembaran dan Balon

[PUISI] Lembaran dan Balon

22 Jun 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Andai Aku Cantik

[PUISI] Andai Aku Cantik

21 Jun 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Surga

[PUISI] Rahasia Surga

20 Jun 2026, 20:38 WIBFiction
[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

[PUISI] Pukul Tujuh Pagi

19 Jun 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Jurang

[PUISI] Jurang

18 Jun 2026, 16:47 WIBFiction