Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Menunggu Waktu

[PUISI] Menunggu Waktu
ilustrasi selisih paham (pexels.com/Polina Zimmerman)

Aku mengalah bukan berarti kau benar
Aku diam bukan berarti aku salah
Ya, aku hanya lelah
Aku tak sanggup membalas sikapmu yang semakin menjadi-jadi

Kala ocehanmu bagai sarapan rutin di pagi hari
Kala keluhanmu bagai rutinitas wajib tiap bertemu
Ya, bersamamu tak lagi terasa nyaman
Ternyata itulah warna aslimu

Tahukah kamu?
Bukan ini bayangan kehidupanku bersamamu
Ya, aku hanya tinggal menunggu waktu
Seberapa kuat aku bertahan menjaga janji suci yang telah ku ucapkan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tania Stephanie
EditorTania Stephanie
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Mengapa Kami Dituntut Pasrah?

19 Apr 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Persis Kaca Rapuh

[PUISI] Persis Kaca Rapuh

18 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[CERPEN] Sampai Mati

[CERPEN] Sampai Mati

17 Apr 2026, 06:38 WIBFiction
[PUISI] Sang Pemilih

[PUISI] Sang Pemilih

17 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction