Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Menyiram Rindu di Ladang Melon

[PUISI] Menyiram Rindu di Ladang Melon
ilustrasi menyiram (pexels.com/Vlada Karpovich)

Aku menunggu kabarmu
seperti menunggu angin
yang tak jadi singgah
di jendela pagi kamarku.

Aku menyebut namamu pelan
agar tidak mengganggu sepi
yang sejak tadi duduk
di ruang penantian rinduku.

Kabar itu tak datang;
yang tiba hanya diam
yang tak pandai menjelaskan
ke mana perginya suaramu.

Di ladang melon
yang kau sirami itu,
aku melihat rinduku sendiri
tumbuh perlahan,
seperti cinta
yang tak pernah kau maksudkan
untuk hidup.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Perlombaan Tanpa Garis Finis

16 Apr 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction