Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Merapikan Barisan Impian

[PUISI] Merapikan Barisan Impian
unsplash.com/dikaseva

Kesunyian selalu menjadi alasan
Alasan pikiran untuk mengabaikan
Mengabaikan keluh kesah perjuangan
Perjuangan angan mendikte impian

Tubuh menghasut untuk rebahan
Rebahan menjaga jarak dari kegelisahan
Kegelisahan yang selalu menelantarkan
Menelantarkan jerih payah perjuangan

Wahai Tuhan aku yakin Kau mendengarkan
Mendengarkan ketegaran penuh umpatan
Umpatan getir terbungkus kepasrahan
Kepasrahan yang mengalahkan penyesalan

Tulisan ini salah satu perjalanan
Perjalanan bertahan menikmati tekanan
Tekanan yang dimaklumi setiap insan
Insan yang paham berduka dalam senyuman

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎

Related Articles

See More

[PUISI] Euforia Lawas

19 Mei 2026, 15:07 WIBFiction
[PUISI] Timeless

[PUISI] Timeless

19 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Mendekap Ego

[PUISI] Mendekap Ego

18 Mei 2026, 14:07 WIBFiction
[PUISI] Permata Pudar

[PUISI] Permata Pudar

18 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Mimpi

[PUISI] Merayakan Mimpi

17 Mei 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Esok Tanpamu

[PUISI] Esok Tanpamu

17 Mei 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Bawa Aku Pergi

[PUISI] Bawa Aku Pergi

15 Mei 2026, 21:08 WIBFiction
[PUISI] Di Mana Suamiku?

[PUISI] Di Mana Suamiku?

15 Mei 2026, 05:04 WIBFiction