Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Merawat Kata Setelah Luka
ilustrasi refleksi diri setelah luka (pexels.com/Bastian Riccardi)

Langkahku terhenti di puing masa lalu
Menatap kenangan yang perlahan membisu
Sedih mengendap saat kisah kita berlalu
Menyadari salahku yang tak pernah semu

Bukan sebab cinta kehilangan arah
Melainkan lidahku yang enggan bersuara
Terlalu banyak rasa kupendam sendiri
Hingga salah paham tumbuh di antara kita

Kini penyesalan menjadi cermin diri
Memantulkan luka dari khilafku sendiri
Namun duka tak ingin terus kuratapi
Sebab darinya kutemukan arti memperbaiki

Aku belajar menata setiap ujaran
Meruntuhkan ego, membuka pemahaman
Agar kelak saat cinta kembali datang
Tak ada lagi diam yang mematahkan harapan

Bagi seseorang yang kutemui nanti
Kan kubangun ruang tempat hati saling mengerti
Tak lagi gagap mengungkapkan isi hati
Agar cinta bertahan dalam hangat komunikasi

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team