Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Merindu Titik Hujan

[PUISI] Merindu Titik Hujan
ilustrasi air hujan (pexels.com/Vlad Chetan)

Terpaku menatap tanah gersang
Tanpa udara kesejukan
Perih luka tak dapat diredam
Beriring isak tangisan

Kiranya kapan?
Titik-titik air kembali menyapa tanah
Menghamburkan aroma ketenangan
Mengajak kembali bernaung dalam kesejukan

Kiranya kapan air hujan kembali menjamah?
Membasuh tangis dan gelisah
Agar tak kentara menampakkan resah
Menyamarkan mata yang mulai memerah

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mutiatuz Zahro
EditorMutiatuz Zahro
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Cinta Puan Bukan Takhta

25 Feb 2026, 16:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Kepada Hati

[PUISI] Kepada Hati

22 Feb 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Asa Tersisa

[PUISI] Asa Tersisa

22 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Buat Apa Bersuara?

[PUISI] Buat Apa Bersuara?

22 Feb 2026, 05:04 WIBFiction