Dari luasnya alam semesta
megahnya langit juga samudra
mengapa harus tubuhku yang kau sapa
yang kau cari kurangnya, yang kau gali celanya

Aku bukan cermin bagi matamu
yang harus sempurna sebagaimana inginmu
bukan kanvas yang bisa kau poles setiap waktu
bukan juga tanah liat yang siap dibentuk
oleh selera dunia yang tak pernah cukup

Mengapa bahuku harus sekecil ranting?

Mengapa pinggangku harus seramping angin?
Mengapa lenganku tak boleh berbunga daging?
Mengapa pipiku harus tirus bagai bulan genting?
Mengapa jemariku harus lentik macam jerami?
Mengapa kulitku harus putih agar kau sudi memuji?

Aku ini manusia, aku ini perempuan
bukan sekadar angka di timbangan
bukan patung di etalase peradaban
bukan pajangan yang harus sempurna pada setiap pandangan

Kau berceramah tentang kecantikan
menabur standar tak kasatmata
pada tubuh perempuan
seakan indah hanya satu warna, satu ukuran, satu garis bayangan
menulis bermacam aturan,
tanpa menyadari tubuh ini

bukan milik engkau

Maka biarkan aku menjadi diriku
dengan semua lekuk dan sudut tubuhku
dengan semua luka dan tanda yang kupunya
karena inilah rumahku dan aku mencintainya