[PUISI] Mengulang Senja

Senja sebagai kalimat lupa titik,
Tergantung di langit, ragu untuk selesai
Matahari mengulang dirinya sendiri
Seperti ingatan yang lelah menafsir makna
Menganyam detik dengan benang jingga
Awan-awan berbisik lirih,
Membacakan rahasia tak sempat
ditulis siang
Langit merona, pipinya memerah,
Sementara cahaya merayap
seperti doa
Berjalan tanpa alas kaki
Mengusap bahu senyap
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.


















