Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Pergi Abadi

[PUISI] Pergi Abadi
pexels.com/Brett Sayles

Aku masih berharap pada waktu
'Tuk mundur 24 jam sebelum membawamu hilang
Aku masih memohon pada ruang
Agar memindahkan ragaku sehari di sampingmu sebelum kau pergi

Namun, si fakta enggan bergoyah
Dan logika akan fana adalah abadi
Sedangkan, mustahil lari terbirit-birit
Tak kuat menghadang fakta

Kini semua telah berubah
Tak ada lagi embusan kata yang kau ucap
Tak ada lagi berisik memanggil namamu
Yang ada hanya peninggalan dan memori itu

Maaf dan terima kasih untukmu
Di setiap bait doa selalu terselip namamu
Hanya itu yang dapat kuperbuat
Langkahmu 'kan kulanjutkan

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Antara Luka dan Tujuan

31 Mar 2026, 11:07 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction
[PUISI] Mencari Damai

[PUISI] Mencari Damai

29 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kalian Bisa Apa?

[PUISI] Kalian Bisa Apa?

28 Mar 2026, 21:44 WIBFiction
[PUISI] Merekam Sumbang

[PUISI] Merekam Sumbang

28 Mar 2026, 20:52 WIBFiction
[PUISI] Kelam

[PUISI] Kelam

28 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

28 Mar 2026, 05:25 WIBFiction