Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Pergi dalam Diam

[PUISI] Pergi dalam Diam
ilustrasi pergi dalam diam (pexels.com/lalesh aldarwish)

Aku ingin pergi walau sebentar
Menjahit luka, merapikan hati
Menyeka sisa malam yang pahit
Dari derita yang terlalu lama menetap

Aku ingin pergi walau sebentar
Menyapa pagi, merunduk pada senja
Mengosongkan riuh di kepala
Dari bisik hina yang tak kunjung reda

Aku ingin pergi meski tak beranjak
Merajut mimpi yang nyaris putus
Mengikis letih yang tak bersuara
Cukup sudah memberi tanpa arah

Aku ingin pergi diam-diam sunyi
Tak lagi terbelenggu hati nan sepi
Tiada terikat kaki meski tanpa tali
Bebaskan aku yang terpatri di sini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah Ternyaman

03 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Sebongkah Es

[PUISI] Sebongkah Es

03 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Lahan Basah

[PUISI] Lahan Basah

02 Apr 2026, 22:22 WIBFiction
[PUISI] Rahasia Pagi

[PUISI] Rahasia Pagi

02 Apr 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Bahasa Air Mata

[PUISI] Bahasa Air Mata

01 Apr 2026, 21:22 WIBFiction
[PUISI] Reruntuhan Cahaya

[PUISI] Reruntuhan Cahaya

01 Apr 2026, 05:04 WIBFiction