Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Petir di Langit Surga
ilustrasi petir (pexels.com/Yaser Arafath)

Di langit surga, petir tak pernah mengoyak
Laksana gema cahaya mengingatkan gemintang
Awan-awan menekuk sayapnya
Menjadi sajadah bagi kilau yang pulang

Berdiri di tepi sunyi
Mengenakan jubah yang dijahit dari sisa-sisa doa
Sementara waktu berubah menjadi burung tua
Yang mematuki detik hingga tinggal tulang

Bukan sebagai amarah, melainkan pena langit
Menuliskan rahasia pada lembar cakrawala
Setiap kilat adalah ayat
Dibaca tanpa suara

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎