Aku membenci dia
Benci tangisnya yang cengeng
Benci senyumnya yang merekah bahagia
Benci dua kepangnya yang bergoyang-goyang
Benci adiknya yang terus mengekor
Benci kakaknya yang sering menjemputnya pulang
Benci ibunya yang lemah-lembut dan perhatian
Benci ayahnya yang memberikan rasa aman
Aku benci dibanding-bandingkan dengan dia
Benci tiap porsi kekalahan dalam perbandingan dengan dia
Aku dan dia berdiri bagaikan bayangan di cermin
Terbalik dan memantulkan dua hal yang tak persis sama
Punya bapak tapi rasa tak punya
Punya ibu tapi dia menghilang entah ke mana
Punya saudara tapi mereka beda dunia
Sakit rasanya, ketika tak ada tenaga untuk membenci lagi
![[PUISI] Porsi-Porsi Kekalahan](https://image.idntimes.com/post/20260725/stocksnap-woman-2609115_1920_c7434886-dea7-46c5-888c-7ec25ae53ecd.jpg)