Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Prasasti Patah Hati

[PUISI] Prasasti Patah Hati
ilustrasi seorang pria (pexels.com/fernandocabral)

Untuk luka yang ditanam di jantung terdalam
Kepada siapa lagi harus berdetak, jika padamu aku menjadi retak
Jatuh terlalu dalam kepada hati yang terlalu diam

Keramahan yang dulu kamu tebar
Menjadi kemarahan yang kini kamu sebar
Luka tumbuh menjadi beban semakin berat
Tangan yang saling terikat kini terlepas tanpa lagi erat

Katamu kita akan dipertemukan di tempat ini
Di tempat yang pernah kita jejaki dan jadikan prasasti
Di mana hati dan perasaan kita jadikan mimpi

Mimpi-mimpi yang hari ini menjadi mimpi buruk
Buruk pada dua hati yang tidak lagi saling aduk
Kini aku
Kamu
Terlampau menjadi hari perayaan paling sakit di antara sakit

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Aditya Arianto
EditorAditya Arianto
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction