Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Menatap Langit yang Sama

[PUISI] Menatap Langit yang Sama
ilustrasi bayangan perempuan (unsplash.com/Taya Iv)

Menatap nanar kenangan yang kian memudar
Bergulat dengan waktu yang tengah menyambut malam
Mencoba mengambil jeda dari bisingnya dunia
Menumpahkan luka yang tersembunyi rapi dibalik senyum sapa

Sedari awal kita adalah asing
Berharap pada seutas keajaiban bernama takdir
Hanya sebatas bisa menatap langit yang sama
Tanpa bisa bernapas dari udara di ruangan yang sama

Teruslah melangkah
Lepaskan penatmu di ruang rindu yang kau tuju
Jangan pernah cari aku dalam tenangmu
Karna selamanya kisah kita semu

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Kepada Secangkir Kopi

31 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Bunga Surga

[PUISI] Bunga Surga

29 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Abu Pekat

[PUISI] Abu Pekat

29 Mar 2026, 21:04 WIBFiction
[PUISI] Mencari Damai

[PUISI] Mencari Damai

29 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kalian Bisa Apa?

[PUISI] Kalian Bisa Apa?

28 Mar 2026, 21:44 WIBFiction
[PUISI] Merekam Sumbang

[PUISI] Merekam Sumbang

28 Mar 2026, 20:52 WIBFiction
[PUISI] Kelam

[PUISI] Kelam

28 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

28 Mar 2026, 05:25 WIBFiction