Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
[PUISI] Pulang
ilustrasi orang merenung (pexels.com/Tomas Williams)

Pulang
Dari tempat yang dingin
Yang dindingnya luruh berlapis satir
Sedang lantainya retak lagi rancap
Merunjam sampai ke hati

Pulang
Dari dekapan hangat yang fiktif
Yang memeluk erat luka dan sakit
Saking eratnya, tidak menyembuhkan
Tapi malah melumpuhkan

Pulang
Kembali, pulang
Pada sebenar-benarnya rumah
Yang tiada senyap dalamnya
Yang tiada hambar sambutannya
Yang nyalar mengidungkan syair-syair merdu
Juga sajak-sajak indah

Pulang …

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎