Pulang
Dari tempat yang dingin
Yang dindingnya luruh berlapis satir
Sedang lantainya retak lagi rancap
Merunjam sampai ke hati
Pulang
Dari dekapan hangat yang fiktif
Yang memeluk erat luka dan sakit
Saking eratnya, tidak menyembuhkan
Tapi malah melumpuhkan
Pulang
Kembali, pulang
Pada sebenar-benarnya rumah
Yang tiada senyap dalamnya
Yang tiada hambar sambutannya
Yang nyalar mengidungkan syair-syair merdu
Juga sajak-sajak indah
Pulang …
![[PUISI] Pulang](https://image.idntimes.com/post/20240118/pexels-photo-1601458-318f737aa1f43f13bd86c5b8c98ea26c-e2729a991e27f199a3ff49308c525c54.jpg)