Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Ratapan Penghancuran Diri

[PUISI] Ratapan Penghancuran Diri
ilustrasi seseorang berada di sekitar kabut (pexels.com/Harman Abiwardani)

Seiring waktu aku kehilangan nama

orang-orang memudar seperti bayangan seakan tak pernah ada

bagaimana bisa kita bertahan, berpegang pada kotak kecil tak bernyawa

membuatku seperti penjudi yang tak bernalar

memutar bola mata, bukannya mengelilingi banyak tempat di dunia

dan betapa rindunya mereka tertutup dengan leluasa

tanpa bincang ribut di kepala, seonggok batu di dada

mengejar dopamin layaknya fatamorgana

aku terperangkap dalam kabut yang sama

menikmati penantian, mengelabui kenyataan

berbaring dalam lautan ilusi yang berulang 

ketika hari berganti sekedip mata

secepat itu selalu ingin kutemui akhirnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Desi
EditorIrma Desi
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sajak untuk Rindu yang Tak Pernah Selesai

23 Mar 2026, 22:52 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction