Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Retorika Jiwa

[PUISI] Retorika Jiwa
ilustrasi tanda tanya (Pexels/Karolina Grabowska)

Jika mengaku pada diri
Mengingkar janji yang dibuat sendiri
Lalu mengintip pandora terkunci
Benarkah itu awal kekalahan?

Jika ku yakini tangis ialah manusiawi
Sulit memandu emosi adalah naluri
Sering mendendam sesal bisa saja terjadi,
Bukankah berarti aku ini penuh empati?

Tidak bolehkah menjenguk luka?
Tidak bolehkah menoleh ke belakang sesaat saja?
Haruskah aku dipaksa maju dengan tegap
Disertai senyum tujuh senti setiap hari?

Tidak bolehkah menjemput sisi manusiaku?
Haruskah aku selalu baik-baik saja?
Terus memendam rindu, meredam sendu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Mengalir Menuju Lautku

27 Mar 2026, 07:00 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction