Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rindu yang Tak Terucap

[PUISI] Rindu yang Tak Terucap
ilustrasi wanita menatap senja (Ayumi Photo/ Pexels.com)

Pada senja di ujung samudera
kita tersesat di jalan kenangan--tanpa arah,
kau hanya bayang-bayang yang mengintip,
di celah mimpi yang terbelah.

Aku titipkan rindu ini pada angin,
agar ia menyelusup di antara helai rambutmu,
namun sejuknya hanya kembali padaku,
mengingatkanku akan rindu yang tak bertuan.

Tak pernah terucap kata selamat tinggal,
tak pula ada janji yang kita ikat,
namun setiap detik, ada perih yang setia,
menggenggam sisa-sisa harapan di ujung senja.

Andai kita bukan sepasang rindu yang hampa,
mungkin akan kuselami matamu yang jauh,
membawa pulang setiap tatapan yang hilang,
menghangatkan sunyi yang menyesak di dada.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ken Ameera
EditorKen Ameera
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Sujud yang Lebih Dalam

28 Feb 2026, 17:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction
[PUISI] Merayakan Sepi

[PUISI] Merayakan Sepi

25 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Gerimis

[PUISI] Di Antara Gerimis

24 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berjalan

[PUISI] Luka yang Berjalan

23 Feb 2026, 05:04 WIBFiction