[PUISI] Rintik Hujan di Awal Musim

Saat sendu mengadu pada gemuruh, langit tampak tak suka.
Ia selalu menyuruhku untuk sabar dan menunggu.
Tetapi ia hanya menenangkan tanpa kepastian.
Berkali-kali aku mengadu hingga kesal,
Hingga akhirnya langit pun murka padaku, membasahi bumi.
Tanah merah tak lagi kering.
Kudengar dari dalam rumah, teriakan dan sorakan meriah dari berbagai jenis tanaman.
Menunggu sesuatu yang sudah lama ia nantikan,
Sebuah rintik air yang menjadi hujan datang memberikan kesejukan.
Waktu tak pernah berdusta, kepada siapa yang mempercayainya.
Menunggu bukanlah menunda, melainkan sebuah tujuan yang sedang dalam proses di tuju.
Jika sebuah kado hadiah tidak datang mengetuk pintu rumahmu,
Mungkin itu adalah sebuah hadiah dari harapan orang lain yang mereka mungkinkah sudah lupakan.


















