Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

[PUISI] Rintik Hujan di Awal Musim

[PUISI] Rintik Hujan di Awal Musim
Ilustrasi rintik hujan (pexels.com/ Willemijn Doelman)

Saat sendu mengadu pada gemuruh, langit tampak tak suka.
Ia selalu menyuruhku untuk sabar dan menunggu.
Tetapi ia hanya menenangkan tanpa kepastian.
Berkali-kali aku mengadu hingga kesal,
Hingga akhirnya langit pun murka padaku, membasahi bumi.

Tanah merah tak lagi kering.
Kudengar dari dalam rumah, teriakan dan sorakan meriah dari berbagai jenis tanaman.
Menunggu sesuatu yang sudah lama ia nantikan,
Sebuah rintik air yang menjadi hujan datang memberikan kesejukan.

Waktu tak pernah berdusta, kepada siapa yang mempercayainya.
Menunggu bukanlah menunda, melainkan sebuah tujuan yang sedang dalam proses di tuju.
Jika sebuah kado hadiah tidak datang mengetuk pintu rumahmu,
Mungkin itu adalah sebuah hadiah dari harapan orang lain yang mereka mungkinkah sudah lupakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Related Articles

See More

[PUISI] Pundak Tanpa Jeda

29 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Kucari Kamu

[PUISI] Kucari Kamu

28 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Inang Benalu

[PUISI] Inang Benalu

27 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Rumit

[PUISI] Rumit

26 Apr 2026, 20:17 WIBFiction
[PUISI] Sepi yang Berisik

[PUISI] Sepi yang Berisik

26 Apr 2026, 05:25 WIBFiction