Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rintik Teduh

ilustrasi sehabis hujan
ilustrasi sehabis hujan (pexels.com/Asif Hussain)

Rintik teduh jatuh pelan
Seperti bisikan langit
yang rindu menyentuh bumi
Merayap di antara daun,

Menyulam sunyi menjadi lagu
yang tak pernah sepenuhnya selesai
Di balik setiap titiknya,
Ada cerita yang menggigil,

Menunggu hangat untuk menetas
Lirih, namun tajam
Layaknya hati yang belajar pelan-pelan
Memahami arti pulang

Rintik itu menari di jendela
Membuat kaca menjadi kanvas
Bagi kenangan yang enggan hilang
Setiap garis air adalah perjalanan
Menuruni waktu yang retak
Menghapus batas antara luka dan lega

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Aku Tidak Setenang Itu

13 Des 2025, 05:38 WIBFiction
Posisi tenang

[PUISI] Harapan Fana

12 Des 2025, 16:57 WIBFiction
Seseorang memainkan piano di ruang gelap

[PUISI] Meraba dalam Gelap

11 Des 2025, 21:07 WIBFiction
ilustrasi pohon

[PUISI] Gelisah

11 Des 2025, 05:15 WIBFiction
ilustrasi bayangan hitam tubuh

[PUISI] Menemukan Tubuhku

10 Des 2025, 05:04 WIBFiction
ilustrasi ibu

[PUISI] Hidup Hari Ini

09 Des 2025, 13:07 WIBFiction
ilustrasi ombak (pexels.com/Sascha Thiele)

[PUISI] Sajak Laut

09 Des 2025, 05:04 WIBFiction