Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rintik Teduh

[PUISI] Rintik Teduh
ilustrasi sehabis hujan (pexels.com/Asif Hussain)

Rintik teduh jatuh pelan
Seperti bisikan langit
yang rindu menyentuh bumi
Merayap di antara daun,

Menyulam sunyi menjadi lagu
yang tak pernah sepenuhnya selesai
Di balik setiap titiknya,
Ada cerita yang menggigil,

Menunggu hangat untuk menetas
Lirih, namun tajam
Layaknya hati yang belajar pelan-pelan
Memahami arti pulang

Rintik itu menari di jendela
Membuat kaca menjadi kanvas
Bagi kenangan yang enggan hilang
Setiap garis air adalah perjalanan
Menuruni waktu yang retak
Menghapus batas antara luka dan lega

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Menitip Doa

03 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Bius Standar Ganda

[PUISI] Bius Standar Ganda

02 Mar 2026, 13:07 WIBFiction
[PUISI] Jiwa yang Lapuk

[PUISI] Jiwa yang Lapuk

02 Mar 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Hilang

[PUISI] Hilang

01 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Kopi Tanpa Asap

[PUISI] Kopi Tanpa Asap

01 Mar 2026, 07:07 WIBFiction
[PUISI] Kepada Ibu

[PUISI] Kepada Ibu

28 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Untuk Anakku

[PUISI] Untuk Anakku

27 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
[PUISI] Serambi Kosong

[PUISI] Serambi Kosong

26 Feb 2026, 14:47 WIBFiction