Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Riuh Rendah Tawa di Telinga

Ilustrasi seseorang berjalan ditertawakan orang (pexels.com/@cottonbro)
Ilustrasi seseorang berjalan ditertawakan orang (pexels.com/@cottonbro)

Ia insan tak punya kuasa istimewa
Memiliki hati nurani seluas samudera
Belakang namanya tiada mendunia
Depan namanya tiba-tiba menggema
Itu semua berkat mulutnya diam saja
Di tengah riuh rendah tawa di telinga

Ia insan tak berdaya tapi jadi jaya
Enggan membalas hal yang serupa
Berjalan sopan menghargai sesama 
Meski mulutnya pintar tutupi dusta
Seisi semesta menyaksikan duka lara
Di balik bola mata yang berkaca-kaca

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Ulumiah
EditorSiti Ulumiah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Teman Bicara Paling Teduh

19 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi seseorang yang sedang melamun di depan komputer

[PUISI] Entah Kemana

18 Feb 2026, 20:17 WIBFiction
ilustrasi air

[PUISI] Menyiram Muram

18 Feb 2026, 16:47 WIBFiction
ilustrasi paman

[PUISI] Paman Datang

18 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
taman kebun musim gugur yang hangat.

[PUISI] Sepasang Riang

17 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi sahabat

[PUISI] Sahabat dalam Diam

17 Feb 2026, 05:15 WIBFiction
ilustrasi orang menyambut bulan Ramadan

[PUISI] Fajar Ramadan

16 Feb 2026, 06:15 WIBFiction
ilustrasi bunga jalanan

[PUISI] Bunga Jalanan

16 Feb 2026, 05:04 WIBFiction
ilustrasi seorang anak memegang lilin

[PUISI] Tak Ingin Redup

15 Feb 2026, 21:48 WIBFiction
Ilustrasi siluet senja

[PUISI] Serupa Senja

15 Feb 2026, 21:07 WIBFiction
ilustrasi kebaikan

[PUISI] Putaran Awal

15 Feb 2026, 20:17 WIBFiction