Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Rontoknya Asa

[PUISI] Rontoknya Asa
Pexels/Isaac Weatherly

Lembaran kertas menyapa tinta
Jemariku berbelok menatap jendela
Lentera meredup dan menyala
Gemuruh suara angin menerpa

Kentungan terpelanting
Sesepuh berwajah muram
Nada dering melengking
Pemuda matanya terpejam

Firasatku tidak lagi bersahabat
Tembakauku tidak lagi nikmat
Bunga kesukaan ibu layu
Sarung kesukaan bapak lusuh

Siapa gerangan mereka?
Menenteng besi dan berbaris
Bocah itu menjerit penjajah tiba!
Senyumku menciut tak lagi manis

Bising!
Perih!
Gelap gulita!
Kali ini jemariku tak berdaya
Butiran air ini menyiksa mata
Tanahku kembali rata
Layaknya sedia kala

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Perlombaan Tanpa Garis Finis

16 Apr 2026, 09:48 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ladang Bancakan

[PUISI] Ladang Bancakan

13 Apr 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Sempurna

[PUISI] Sempurna

12 Apr 2026, 17:48 WIBFiction