Ombak menumbuhkan sayap pada batu-batu bisu
Waktu duduk di sudut meja
Mengunyah detik hingga menjadi debu lupa pulang
Bersemayam di ingatan
Ruang tak berdinding,
Sanggup memenjarakan ribuan kemungkinan
Ruang ini tak berpintu
Penuh sorak memburu
Memeluk batas garis imajiner
Bertandang dengan liar
Kadang berdiskusi dengan ilusi
Pada perpustakaan tanpa wujud
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Ruang Kepala Tanpa Batas
![[PUISI] Ruang Kepala Tanpa Batas](https://image.idntimes.com/post/20240721/1000190656-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-4f43afecc1bbe3ff0e3d34fe2fdd8cda.jpg)
ilustrasi memegang kepala (pexels.com/Pedro Dias)
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
Editorial Team
EditorYudha