Di bawah atap itu,
Angin berbisik seperti cerita lama
Yang tak pernah selesai
Selalu kembali
Meski tak ada yang ingin mendengarnya.
Dindingnya menghafal gema pertengkaran,
Menyimpannya seperti rahasia berdebu
Yang tak mau mati.
Setiap pintu terasa berat,
Seolah tahu ada hati
Yang sering dibiarkan terluka
Tanpa suara.
Di meja makan,
Kita duduk seperti boneka
Yang lupa cara saling menatap.
Tawa dilepas seadanya,
Seperti tamu asing
Yang dipaksa ikut bersulang.
Dan kata-kata?
Sering berubah jadi bara,
Menyala kecil
Tapi cukup untuk membakar malam.
Aku tumbuh dengan belajar menepis
Bayangan yang menempel di kulit,
Belajar merapikan diri
Di tengah kegaduhan sunyi yang berpura-pura damai.
Kadang aku ingin bertanya,
Apakah cinta memang begini bentuknya
Tajam, samar,
Dan selalu membuatku menunduk?
Hingga suatu hari,
Aku menemukan pintu
Yang selama ini tidak pernah kuberani sentuh.
Kukayuh langkah,
Meski gemetar,
Meski takut kehilangan
Yang sebenarnya tak pernah kumiliki.
Dan di luar sana,
Udara terasa lebih jujur.
Langit tak lagi menekan bahu.
Untuk pertama kalinya
Aku mengerti,
Rumah bukan soal tempat kembali
Tapi tempat di mana hati
Tak perlu bersembunyi.
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Rumah yang Tidak Menjadi Rumah
ilustrasi rumah tersembunyi (pexels.com/Roman Biernacki)
Take a Deeper Read
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Bekerja Tanpa Suara14 Nov 2025, 05:04 WIB
- [PUISI] Putaran Rasa15 Nov 2025, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Anatomi Rindu yang Terlupakan08 Nov 2026, 07:07 WIB
[PUISI] Tong Kosong08 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Hanya Angka07 Nov 2026, 20:47 WIB
[PUISI] Menyembah Sepi07 Nov 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Izinkan Aku Gila Sebentar Saja, Tuhan07 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Bunga yang Dilarang Mekar06 Nov 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Pelangi Setelah Kelabu06 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Patah Tak Menghentikan Arah06 Nov 2026, 17:07 WIB
[PUISI] Tentang Bunga yang Ingin Dirawat06 Nov 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Tata Krama06 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Kehidupan Terkurung Plastik05 Nov 2026, 20:52 WIB
[PUISI] Barangkali Hanya Mimpi05 Nov 2026, 18:47 WIB
[PUISI] Jejak Air Mata05 Nov 2026, 11:16 WIB
[PUISI] Cinta yang Berlari Tanpa Sepatu05 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Sepasang Mata yang Kian Mencari04 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Bintang Keberuntungan04 Nov 2026, 20:17 WIB
[PUISI] Akhir Pekan Bersamamu04 Nov 2026, 14:47 WIB
[PUISI] Abu Ketamakan04 Nov 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Kisah Hati yang Terluka03 Nov 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Selamat Tidur, Kenangan03 Nov 2026, 20:17 WIB