Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Samar Memudar

[PUISI] Samar Memudar
ilustrasi seseorang memandang langit berbintang (pexels.com/Vlad Bagacian)

Romantika hanya fiktif belaka
Waktu tak pernah benar menyapa
Kemungkinan menjelma harap yang telah mati
Kecuali sendiri yang lebih mudah diyakini

Seperti sudah takdir, aku selalu di bawah gemintang
Berjalan dengan tenang, direngkuh malam yang semakin erat
Aku menengadah, memandang jauh pendar indah mereka
Di bawah pilar langit tanpa nyala manusia

Aku tenggelam dalam gelap, terpisah jutaan tahun cahaya
Dengan tenang menikmati waktu mereka
Walau terkadang kehilangan irama
Seakan diriku tak pernah benar-benar ada

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Irma Desi
EditorIrma Desi
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Seutas Doa-doa Kecil

18 Apr 2026, 18:47 WIBFiction
[CERPEN] Sampai Mati

[CERPEN] Sampai Mati

17 Apr 2026, 06:38 WIBFiction
[PUISI] Sang Pemilih

[PUISI] Sang Pemilih

17 Apr 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Ritmeku Sendiri

[PUISI] Ritmeku Sendiri

15 Apr 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Sisa Tawa di Dada

[PUISI] Sisa Tawa di Dada

15 Apr 2026, 05:04 WIBFiction