Senja perlahan kehilangan warna,
meninggalkan jingga di ujung cakrawala.
Angin berembus membawa cerita,
tentang waktu yang tak bisa diminta kembali.
Di bawah langit yang mulai meredup,
aku mengingat hal-hal yang pernah hidup.
Tentang tawa yang kini menjadi kenangan,
juga pertemuan yang berakhir perpisahan.
Sebelum senja benar-benar pergi,
izinkan aku berdamai dengan hari ini.
Dengan segala yang gagal kumiliki,
dan harapan yang belum sempat kupenuhi.
Sebab ketika cahaya akhirnya menghilang,
aku ingin tetap mampu memandang ke depan.
Tak semua yang pergi berarti berakhir,
tak semua kehilangan membuat kita berhenti berdiri.
Biarlah senja menutup harinya,
biarlah malam datang membawa cerita.
Sebab esok, ketika fajar kembali menyapa,
aku ingin mencoba sekali lagi
menemukan bahagia.
![[PUISI] Sebelum Senja Benar-benar Pergi](https://image.idntimes.com/post/20261010/1000144055_44aaddca-3f4e-4d0c-a832-22952cd82305.jpg)