Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Sebelum Senja Benar-benar Pergi

1 min read
[PUISI] Sebelum Senja Benar-benar Pergi
ilustrasi matahari terbenam (pexels.com/Tobias Bjørkli)

Senja perlahan kehilangan warna,
meninggalkan jingga di ujung cakrawala.
Angin berembus membawa cerita,
tentang waktu yang tak bisa diminta kembali.

Di bawah langit yang mulai meredup,
aku mengingat hal-hal yang pernah hidup.
Tentang tawa yang kini menjadi kenangan,
juga pertemuan yang berakhir perpisahan.

Sebelum senja benar-benar pergi,
izinkan aku berdamai dengan hari ini.
Dengan segala yang gagal kumiliki,
dan harapan yang belum sempat kupenuhi.

Sebab ketika cahaya akhirnya menghilang,
aku ingin tetap mampu memandang ke depan.
Tak semua yang pergi berarti berakhir,
tak semua kehilangan membuat kita berhenti berdiri.

Biarlah senja menutup harinya,
biarlah malam datang membawa cerita.
Sebab esok, ketika fajar kembali menyapa,
aku ingin mencoba sekali lagi
menemukan bahagia.

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article
    Editorial Team

    Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet