Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

[PUISI] Secuplik Pertanyaan Melankolis

[PUISI] Secuplik Pertanyaan Melankolis
ilustrasi orang menyendiri (pexels.com/liza summer)
Share Article

Detik mengantarkan pada kehidupan pelik
Pikir terobrak-abrik kala Kau hujani problema rumit
Ke sana ke mari mencari kompas yang Kau beri
Kau tancapi duri hingga buatnya nangis dalam dekapan melankolis

Tuhan! Si melankolis bertanya
Mengapa perlu ada tawa?
Jika hanya membuat luka
Mengapa tak Kau beri saja luka, bahkan hujan air mata?
Hingga manusia miliki julukan si fobia bahagia

Bukankah tawa itu tak perlu, ya?
Bagi manusia pemalas seperti hamba
Manusia penuntut yang tak mau nurut
Manusia pengeluh yang selalu ngantuk
Jika Kau minta 'tuk sujud

    This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
    Share Article

    Curated For You

    Editorial Team