Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Secuplik Pertanyaan Melankolis

[PUISI] Secuplik Pertanyaan Melankolis
ilustrasi orang menyendiri (pexels.com/liza summer)

Detik mengantarkan pada kehidupan pelik
Pikir terobrak-abrik kala Kau hujani problema rumit
Ke sana ke mari mencari kompas yang Kau beri
Kau tancapi duri hingga buatnya nangis dalam dekapan melankolis

Tuhan! Si melankolis bertanya
Mengapa perlu ada tawa?
Jika hanya membuat luka
Mengapa tak Kau beri saja luka, bahkan hujan air mata?
Hingga manusia miliki julukan si fobia bahagia

Bukankah tawa itu tak perlu, ya?
Bagi manusia pemalas seperti hamba
Manusia penuntut yang tak mau nurut
Manusia pengeluh yang selalu ngantuk
Jika Kau minta 'tuk sujud

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tika Nur Hasanah
EditorTika Nur Hasanah
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Luka yang Berbunga

[PUISI] Luka yang Berbunga

23 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

[PUISI] Badut Tanpa Sirkus

22 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Subuh yang Beku

[PUISI] Subuh yang Beku

21 Mar 2026, 15:25 WIBFiction