Sepeda adalah mahakarya
Kejujuran hati pengayuh
Mempersilakan memilih
Patah-patah
Remang-remang
Hati-hati
Awan-awan
Kesunyian alun-alun
Ekspektasi jantung kota
Menerima bunga
Sepeda adalah mahakarya
Kejujuran hati pengayuh
Menepi memeluk
Putus asa
Di hari puisi
Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
[PUISI] Sepeda Adalah Mahakarya
![[PUISI] Sepeda Adalah Mahakarya](https://image.idntimes.com/post/20250617/pexels-nubikini-386024_f7c7c2ed-8eeb-49b4-b8a3-58cace80d1e6.jpg)
ilustrasi pengayuh sepeda (pexels.com/Nubia Navarro (nubikini))
This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Curated For You
- [PUISI] Lenggang sebelum Badai18 Jun 2025, 09:04 WIB
- [PUISI] Menanti Pulang17 Jun 2025, 05:04 WIB
Editorial Team
EditorYudha
Related Article
[PUISI] Jalan yang Tidak Kupilih12 Sep 2026, 22:08 WIB
[PUISI] Bunga yang Mekar di Atas Retakan12 Sep 2026, 21:07 WIB
[Puisi] Langit yang Tak Pernah Ditanya12 Sep 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Sebuah Langit untuk Mereka yang Bertahan12 Sep 2026, 11:07 WIB
[PUISI] Puing-Puing Bising12 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Entah Ini Kita atau Bukan12 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Cinta yang Mekar untuk Nona11 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Siapakah Aku?11 Sep 2026, 20:30 WIB
[PUISI] Langit Senja dan Percakapan yang Hilang11 Sep 2026, 14:07 WIB
[PUISI] Rebah yang Dirindukan11 Sep 2026, 05:25 WIB
[PUISI] Cara Tanah Memaafkan11 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Besok yang Bukan Milik Kita10 Sep 2026, 21:07 WIB
[PUISI] Parade Bunga Mekar10 Sep 2026, 20:27 WIB
[PUISI] Menghempas Kabut di Raga10 Sep 2026, 10:07 WIB
[PUISI] Cinta yang Tak Menagih Balasan10 Sep 2026, 06:25 WIB
[PUISI] Kamera Favoritmu10 Sep 2026, 05:04 WIB
[PUISI] Di Balik Segala yang Cukup09 Sep 2026, 21:27 WIB
[PUISI] Langkah yang Tak Pasti09 Sep 2026, 21:17 WIB
[PUISI] Melintasi Langit Biru09 Sep 2026, 13:07 WIB
[PUISI] Melahap Asap 09 Sep 2026, 05:25 WIB