Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Setapak Menuju Istirahat

[PUISI] Setapak Menuju Istirahat
ilustrasi perempuan berjalan di hutan (pixabay.com/Pexels)

Sepanjang perjalanan kembali terbayang pesan ibunda
jangan sekali-kali menggantung bahagia 
pada asmara nan fana

Lihatlah hasilnya, lihatlah 
terluntang-lantung tak tahu arah
memeluk lara sepanjang usia
tak tahu kapan menghidu dunia
siang dan malam mengenjak tanah

Pada suatu hari
kelak kau akan sadari
tiada lagi jalan pulang
yang dinanti
rumah yang mulanya
dirindu setiap saat
tak lagi menjadi tujuan
rebah dan rehat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Matthew Suharsono
EditorMatthew Suharsono
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Rumah yang Tiba-Tiba Sunyi

10 Mar 2026, 06:25 WIBFiction
[PUISI] Di Antara Retak

[PUISI] Di Antara Retak

10 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Memilih Keheningan

[PUISI] Memilih Keheningan

09 Mar 2026, 20:27 WIBFiction
[PUISI] Meminta Cahaya

[PUISI] Meminta Cahaya

08 Mar 2026, 21:48 WIBFiction
[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

[PUISI] Doa-Doa dalam Diam

08 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Cacat Perspektif

[PUISI] Cacat Perspektif

08 Mar 2026, 05:04 WIBFiction