Malam jatuh di selasar yang sepi
Saat aku terjaga di sudut kursi
Menatap wajahmu yang terpejam sunyi
Hanya detak mesin yang menemani
Di sini ego dan angkuhku runtuh
Doaku mengalir begitu utuh
Bukan di hampar sajadah yang teduh
Tapi di lantai rumah sakit tempatku bersimpuh
Tuhan, Engkau tahu betapa ia berharga
Jangan biarkan raganya terus terluka
Sembuhkan sakitnya, redakan duka
Agar tawa di rumah kembali terdengar
Biarlah malam ini menjadi saksi
Tentang cinta yang menolak untuk mati
Aku di sini tetap menanti
Sampai esok kita melangkah pulang kembali
![[PUISI] Seuntai Doa di Samping Ranjangmu](https://image.idntimes.com/post/20260628/pexels-rdne-6129493_c9aaec1e-38ea-4ca1-bea8-2219164e74c9.jpg)