Hati mengajukan perkara lama
Pikiran menjadi hakim yang kejam
Kenangan dipanggil sebagai saksi
Dan rasa takut berdiri sebagai terdakwa
“Kenapa dulu tak berani pergi?”
“Kenapa tetap tinggal saat terluka?”
Pertanyaan datang tanpa jeda
Tak memberi ruang untuk menjawab
Lalu lelah mengetuk meja sidang
Meminta semua suara berhenti
Tak semua keputusan lahir dari tahu
Kadang manusia hanya berusaha bertahan
Akhirnya perkara ditutup malam itu
Bukan karena semua kesalahan terhapus
Melainkan hati mulai belajar
Bahwa diri sendiri juga pantas dimaafkan