[PUISI] Sore dan Sebagian dari Kita yang Berada di Lingkaran Waktu
![[PUISI] Sore dan Sebagian dari Kita yang Berada di Lingkaran Waktu](https://image.idntimes.com/post/20250808/timeloop_fc1c142e-23dc-4495-a74a-33c488613300.jpg)
Sore jatuh seperti kenangan,
jingga yang selalu datang, meski tak pernah benar-benar diminta.
Kita duduk di ambang senja,
dengan mata lelah,
memutar hal yang sama.
Sementara, Sore dalam kisah lain
adalah seorang istri yang
berkali-kali memutar harinya
untuk menyelamatkan suami
dari mati muda.
Mungkinkah kau ingat Erased?
Tentang anak yang terjebak dalam luka lama,
mencoba mengubah takdir dengan mengulang hidup,
tetapi yang mati tetap mati,
yang hilang tetap hilang.
Mungkinkah kau ingat pula dengan Tokyo Revengers?
Tentang pria dewasa yang kembali menjadi bocah,
berlari, berkelahi, terluka,
demi menyelamatkan cinta yang terulang,
selalu dengan cara yang berbeda,
tetapi hasilnya nyaris serupa.
Begitulah kita,
manusia di lingkaran waktu.
Berpagi dengan semangat yang dikira baru,
padahal hanya sisa semalam yang belum tuntas.
Berulang kali jatuh cinta pada harapan,
meski tahu, akhirnya bisa jadi sama: kecewa.
Lingkaran ini tak punya ujung,
hanya repetisi dalam wajah yang berubah.
Seperti kota yang tampak selalu sibuk,
tetapi menyimpan sepi di antara langkah-langkah cepat.
Seperti kita,
terlihat hidup,
tetapi sering lupa untuk benar-benar merasa.
Mungkin waktu itu tidak linear.
Mungkin kita tidak benar-benar berjalan ke depan.
Mungkin yang kita lalui hanyalah spiral,
naik sedikit, turun lagi,
berputar di tempat yang—walau berbeda musim—
aromanya tetap sama.
Dan sore pun jatuh lagi,
membasuh kita yang diam-diam letih
menjadi manusia yang—sekali lagi—
berharap esok tak seperti kemarin.
Walau jauh di dalam hati,
kita tahu: kita masih di sini.
Di lingkaran waktu yang tak pernah selesai.
![[PUISI] Tatapan pada Langit](https://image.idntimes.com/post/20250805/1000349918_02b46c4b-c111-4bcf-8d32-5a1050cf3739.jpg)

![[PUISI] Manusia Tanpa Empati](https://image.idntimes.com/post/20230914/pexels-cottonbro-studio-8427596-d970b9a19a754cc9ecd9f9b6f7df74c6-a51b5e6ccd756c274b09bce7e3407292.jpg)
![[PUISI] Barangkali Menyerah Juga Bentuk Keberanian](https://image.idntimes.com/post/20260514/el-salanzo-yunl5xei5wa-unsplash_1c221aeb-cdd3-4a4b-831b-6e1b73975f6c.jpg)
![[PUISI] Terlalu Banyak](https://image.idntimes.com/post/20260328/deeznutz1-lunch-8742076_dcd74029-c9fc-4d4a-9eb8-196c79b87c13.jpg)
![[PUISI] Tentang Hari Esok yang Belum Tiba](https://image.idntimes.com/post/20261013/pexels-jersy-4333614_ddc1aa61-9ce0-41b7-a76e-8339f5120e9b.jpg)
![[PUISI] Mimpi dengan Alur yang Padat](https://image.idntimes.com/post/20250910/1000106122_f3590ce1-f3c9-4285-896b-045ef032b071.jpg)
![[PUISI] Aku Hanyalah Rapuh yang Terpendam](https://image.idntimes.com/post/20250429/unrecognizable-woman-walking-road-near-hills-cloudy-sky-657883-132-159d3fc451d391961a73204b1b20b3cd-9ecf8fafb9639ca9a22cde6c59af4938.jpg)
![[PUISI] Napas Kecil di Tengah Asap](https://image.idntimes.com/post/20261014/pexels-instant-1698495-9323556_942aafcd-b23d-4fe2-8d12-99ce56936cae.jpg)
![[PUISI] Telanjur Berharap pada Hal yang Samar](https://image.idntimes.com/post/20260507/pexels-cottonbro-6754012_df184642-021d-4fbf-a1aa-d3ccf6841608.jpg)
![[PUISI] Bahagia Sebesar Remah Roti](https://image.idntimes.com/post/20261012/pexels-drmkhawarnazir-34739832_be2275e3-0bbb-403b-b2c3-0440daaf53da.jpg)
![[PUISI] Ketika Takdir Menghunuskan Lara](https://image.idntimes.com/post/20260303/img_6407_4c05f046-2bfa-41eb-911f-04b56a838b84.jpeg)
![[PUISI] Jika Awan Sudi](https://image.idntimes.com/post/20261012/meg-1hf96dqwqjm-unsplash_2bb11529-c390-4af3-be95-94f4382693b4.jpg)
![[PUISI] Setelah Lelah, Apa yang Tersisa?](https://image.idntimes.com/post/20261014/pexels-felipe-moutinho-862823-1756756_1e5d102f-717d-4d5e-873d-913aa493ac5c.jpg)
![[PUISI] Rumah Bernama Ibu](https://image.idntimes.com/post/20261011/screenshot_2026-10-11-21-00-27-00_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b12_3633e81f-fde9-4507-b0f7-3b962db3f68e.jpg)
![[PUISI] Mengira Singgah sebagai Rumah](https://image.idntimes.com/post/20251007/pexels-vladbagacian-1204135_63bfe75b-3610-469e-9f9e-40c23d79ca21.jpg)
![[PUISI] Sebelum Senja Benar-benar Pergi](https://image.idntimes.com/post/20261010/1000144055_44aaddca-3f4e-4d0c-a832-22952cd82305.jpg)
![[PUISI] Debu Diatas Kelopak](https://image.idntimes.com/post/20241120/pexels-photo-3155003-c6cdc6cfcbd4d8029a05e025eea142cd-5a493a68c899d98b5d0adacf01fa33ce.jpeg)
![[PUISI] Pesona Bentala Memahat Pemikat Nirwana](https://image.idntimes.com/post/20261007/pexels-badarost-4316651_71210d3b-aea0-471d-8983-85de4b5fab8e.jpg)
![[PUISI] Suara dari Sudut Kota yang Lupa](https://image.idntimes.com/post/20261011/img_20261011_205631_e881ef21-e9cb-41f5-aa3b-915491173a8e.jpg)
![[PUISI] Jadilah Lampu Jalan](https://image.idntimes.com/post/20251210/pexels-thilina-alagiyawanna-3266092-32451030_a5aa852e-b384-4c55-a11e-d63439db2281.jpg)
![[PUISI] Tarian Indah dalam Bayangan Diri](https://image.idntimes.com/post/20240912/pexels-photo-3753820-c6cdc6cfcbd4d8029a05e025eea142cd-244a69dd340c1736720b07e0358be4ee.jpeg)
![[PUISI] Ada Lelah yang Tak Pandai Bersuara](https://image.idntimes.com/post/20260507/pexels-wendell-stoyer-2149012384-31782102_fa174720-12f2-437f-92fb-85a8d067e6f2.jpg)